
Lasem — Suasana penuh semangat menyelimuti ratusan anggota Gerakan Pramuka dari gugus depan 14.003/14.004 saat mengikuti kegiatan penjelajahan alam bebas bertema “Loka Kelana” yang digelar di SMA Negeri 1 Lasem untuk melatih kemandirian, ketangkasan pada Sabtu, (31/10/2026).
Acara penjelajahan ini resmi dibuka langsung oleh Pembina kegiatan Loka Kelana, Hesti Dyah, S.Pd., yang secara simbolis melepas keberangkatan sangga-sangga peserta dari titik awal. Dalam sambutannya, beliau berpesan agar seluruh peserta senantiasa menjaga keselamatan, menjunjung tinggi nilai Dasa Darma, serta memanfaatkan momen ini sebagai sarana pembentukan karakter.

Melalui kegiatan ini, para peserta diajarkan bagaimana cara memainkan alat musik dan seni tari tradisional. Hal itu terdapat pada pos kesenian yang bertempat di Sanggar Desa Wisata (Deswita), Ds. Sendangasri, Kec. Lasem.
Kegiatan Loka Kelana diselingi dengan Uji SKU Bantara. Menariknya, panitia menerapkan sistem dua jalur terpisah dalam penjelajahan kali ini. Strategi tersebut sengaja dipilih agar peserta tidak menumpuk dan mengantre terlalu lama di satu titik pos. Dengan pembagian dua jalur ini, alur pergerakan setiap sangga menjadi jauh lebih kondusif, tertib, dan efisien.

Kegiatan sukses mencuri perhatian berkat tema yang ditanamkan pada penjelajahan kali ini. Para peserta mengaku sangat antusias selama berkegiatan, terutama saat belajar karawitan dan seni tari.
Setiap sangga secara bergantian melintasi berbagai pos yang telah disiapkan untuk menjalankan tes uji SKU bantara, mulai dari uji wawasan keagamaan, pos AD/ART, sejarah kepramukaan, dan ASEAN, pos kesenian serta pos edukasi kesehatan dan perubahan fisik remaja, hingga titik pos khusus untuk pengisian air minum guna memulihkan tenaga di tengah perjalanan.

Bukan hanya penjelajahan semata, kegiatan juga menanamkan nilai budaya, sosial, dan peduli lingkungan melalui pelatihan karawitan dan seni tari orek-orek, bakti sosial berupa air bersih kepada warga setempat serta penghijauan di area Sanggar Deswita. Namun, kegiatan bakti sosial tersebut hanya dilaksanakan oleh Dewan Ambalan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Rembang.

Ketua Kegiatan Loka Kelana, Najwa Naili, menyampaikan bahwa pembagian dua jalur ini sengaja dibuat agar acara berjalan lebih lancar dan peserta tidak perlu menunggu lama di tiap pos. Selain itu, materi di setiap pos juga disusun agar dapat menambah pengetahuan dan kekompakan para peserta.

Berkat kerja sama yang solid dan semangat pantang menyerah dari seluruh pihak, kegiatan penjelajahan ini dapat berjalan dengan lancar hingga garis akhir. Rangkaian kegiatan Loka Kelana akhirnya resmi ditutup melalui upacara sederhana yang berlangsung khidmat pada pukul 13.00 WIB.





