Lasem – Suasana berbeda tampak di SMA Negeri 1 Lasem pada Senin (22/6) hingga Selasa (23/6). Sejak pagi hari, ratusan calon peserta didik baru berdatangan untuk mengikuti proses pendaftaran ulang sebagai tahap akhir Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Para peserta hadir didampingi orang tua maupun wali, sementara sebagian lainnya datang bersama teman-teman yang juga diterima di sekolah tersebut. Wajah-wajah penuh semangat dan rasa penasaran terlihat menghiasi lingkungan sekolah. Beberapa peserta tampak masih canggung memasuki lingkungan baru, tetapi tidak sedikit pula yang sudah saling berkenalan dan berbincang akrab sambil menunggu giliran.

Proses pendaftaran ulang dilaksanakan di beberapa ruang kelas yang telah disiapkan panitia. Peserta melakukan verifikasi berkas dan melengkapi berbagai persyaratan administrasi sebelum resmi tercatat sebagai siswa baru SMAN 1 Lasem. Meskipun jumlah peserta yang hadir cukup banyak, kegiatan berlangsung tertib dan kondusif berkat pengaturan yang dilakukan oleh panitia.
Untuk menghindari penumpukan antrean, peserta diarahkan menuju kelas masing-masing sesuai pembagian yang telah ditentukan sebelumnya. Guru dan tenaga kependidikan yang bertugas juga aktif membantu peserta yang masih mengalami kendala atau memiliki berkas yang perlu dilengkapi.
Di balik kelancaran proses administrasi tersebut, tersimpan berbagai cerita perjuangan dan perasaan para peserta didik baru. Salah satunya datang dari Mulyani Setyaningrum yang mengaku sempat merasa tegang selama proses seleksi. “Perasaannya itu deg-degan, tapi waktu sudah keterima itu rasanya puas. Ada rasa kepuasan sendiri,” tutur Mulyani.
Hal serupa juga dirasakan oleh Rike Wulansari. Menurutnya, persaingan masuk SMA Negeri 1 Lasem tahun ini cukup ketat sehingga membuat dirinya sempat merasa khawatir. “Aku sih deg-degan juga ya, apalagi tahun ini persaingannya ketat karena ada nilai TKA. Tapi alhamdulillah bisa diterima. Jujur senang banget sih,” ujarnya.
Bukan tanpa alasan keduanya memilih SMA Negeri 1 Lasem sebagai tempat melanjutkan pendidikan. Mulyani menilai sekolah tersebut menjadi salah satu sekolah favorit di wilayah Rembang bagian timur. “Karena di wilayah Rembang Timur menjadi favorit kita,” katanya.
Sementara itu, Rike memiliki alasan yang lebih personal. Ia meyakini bahwa SMA Negeri 1 Lasem dapat menjadi wadah untuk mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimilikinya. “Karena aku merasa di SMA Negeri 1 Lasem ini bisa mengembangkan bakat dan mengembangkan diri, jadi aku yakin buat daftar di sini,” tuturnya.
Selesainya kegiatan pendaftaran ulang menjadi tanda bahwa para peserta didik baru telah melewati salah satu tahap awal untuk bergabung di SMA Negeri 1 Lasem. Selama dua hari, ruang-ruang kelas yang biasanya digunakan untuk belajar dipenuhi oleh calon siswa dan orang tua yang datang untuk melengkapi berbagai keperluan administrasi. Kini, setelah seluruh proses selesai, mereka tinggal menantikan hari pertama masuk sekolah. Bagi para siswa baru, momen ini bukan hanya tentang menyerahkan berkas, tetapi juga tentang memulai perjalanan baru, mengenal lingkungan yang berbeda, bertemu teman-teman baru, dan menciptakan pengalaman yang akan mereka kenang selama menjadi bagian dari keluarga besar SMANELA.
-Junalistik Smanela-





